Deskripsi Produk
High Quality PTO Cardan Drive Shaft for Agricultural Equipment
Deskripsi Produk
Poros Penggerak Daya (PTO shaft) adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk mentransmisikan daya dari traktor atau sumber daya lain ke alat yang terpasang, seperti mesin pemotong rumput, mesin pengolah tanah, atau mesin pengepak jerami. Biasanya terletak di bagian belakang traktor, poros PTO digerakkan oleh mesin traktor melalui transmisi.
Tujuan utama poros PTO adalah untuk memasok sumber daya putar ke alat pertanian, sehingga memungkinkan alat tersebut menjalankan fungsinya. Untuk menghubungkan alat pertanian ke poros PTO, digunakan sambungan universal, yang memungkinkan pergerakan antara traktor dan alat pertanian sambil mempertahankan transfer daya yang konsisten.
Berikut adalah keunggulan kami dibandingkan dengan produk serupa dari Tiongkok:
1. Penyangga tempa membuat poros PTO cukup kuat untuk digunakan dan dioperasikan;
2. Ukuran internal standar untuk memastikan pemasangan berjalan lancar;
3. Sertifikat CE dan ISO untuk menjamin kualitas barang kami;
4. Kemasan yang kuat dan profesional untuk memastikan kondisi barang tetap baik saat Anda menerimanya.
Spesifikasi Produk
Pengemasan & Pengiriman
Profil Perusahaan
HangZhou Hanon Technology Co.,ltd adalah perusahaan modern yang mengkhususkan diri dalam pengembangan, produksi, penjualan, dan layanan suku cadang pertanian seperti poros PTO dan gearbox, serta suku cadang hidrolik seperti silinder, katup, pompa roda gigi, dan motor, dll.
Kami berpegang pada prinsip "Kualitas Tinggi, Kepuasan Pelanggan", menggunakan teknologi dan peralatan canggih untuk memastikan semua standar teknis transmisi. Kami mengikuti prinsip mengutamakan manusia, berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan platform kinerja bagi setiap karyawan. Sehingga setiap orang dapat secara sadar aktif bergabung dengan Hanon Machinery.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1.WHAT’S THE PAYMENT TERM?
Saat kami memberikan penawaran harga, kami akan mengkonfirmasi kepada Anda cara transaksinya, seperti FOB, CIF, dll.<br> Untuk barang produksi massal, Anda perlu membayar uang muka 30% sebelum produksi dan sisa pembayaran 70% setelah menerima salinan dokumen. Cara yang paling umum adalah melalui T/T.
2.HOW TO DELIVER THE GOODS TO US?
Biasanya kami akan mengirimkan barang kepada Anda melalui jalur laut.
3.HOW LONG IS YOUR DELIVERY TIME AND SHIPMENT?
30-45days.
/* 10 Maret 2571 17:59:20 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1
| Jenis: | Poros PTO |
|---|---|
| Penggunaan: | Agricultural Products Processing, Farmland Infrastructure, Tillage, Harvester, Planting and Fertilization, Grain Threshing, Cleaning and Drying, Tillage, Harvester, Planting and Fertilization |
| Bahan: | 45cr Steel |
| Contoh: |
US$ 20/Buah
1 Buah (Minimum Pemesanan) | Pesan Sampel |
|---|
| Kustomisasi: |
Tersedia
| Permintaan Khusus |
|---|
.shipping-cost-tm .tm-status-off{background: none;padding:0;color: #1470cc}
|
Biaya Pengiriman:
Perkiraan biaya pengiriman per unit. |
tentang biaya pengiriman dan perkiraan waktu pengiriman. |
|---|
| Metode Pembayaran: |
|
|---|---|
|
Pembayaran Awal Pembayaran Penuh |
| Mata uang: | US$ |
|---|
| Pengembalian & Penggantian: | Anda dapat mengajukan pengembalian dana hingga 30 hari setelah menerima produk. |
|---|

Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih poros PTO yang tepat untuk suatu aplikasi?
Saat memilih poros Power Take-Off (PTO) yang tepat untuk suatu aplikasi, beberapa faktor perlu dipertimbangkan untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kompatibilitas yang optimal. Poros PTO adalah komponen penting yang mentransmisikan daya dari sumber daya ke mesin atau peralatan yang digerakkan. Berikut adalah faktor-faktor kunci yang perlu dipertimbangkan saat memilih poros PTO yang tepat untuk suatu aplikasi:
1. Persyaratan Daya: Kebutuhan daya mesin yang digerakkan memainkan peran penting dalam menentukan poros PTO yang tepat. Pertimbangkan daya kuda (HP) atau daya kilowatt (kW) dari sumber daya dan pastikan poros PTO dapat menangani transmisi daya yang dibutuhkan. Sangat penting untuk mencocokkan kapasitas daya poros PTO dengan daya keluaran sumber daya untuk memastikan pengoperasian yang efisien dan andal.
2. Persyaratan Kecepatan dan Torsi: Pertimbangkan persyaratan kecepatan dan torsi dari mesin yang digerakkan. Tentukan kecepatan putaran dan tingkat torsi yang diinginkan agar peralatan dapat beroperasi secara efektif. Beberapa aplikasi memerlukan rasio kecepatan atau torsi tertentu, sementara yang lain mungkin memerlukan kecepatan variabel. Pastikan poros PTO yang dipilih dapat menangani rentang kecepatan dan torsi yang dibutuhkan untuk memberikan transfer daya yang diperlukan.
3. Tipe dan Desain Poros: Evaluasilah jenis dan desain poros PTO untuk memastikan kompatibilitas dengan aplikasi. Pertimbangkan faktor-faktor seperti jarak antara sumber daya dan mesin yang digerakkan, kebutuhan akan ketidaksejajaran sudut, dan fleksibilitas pergerakan yang dibutuhkan. Berbagai jenis poros, seperti poros standar, teleskopik, atau poros Kecepatan Konstan (CV), menawarkan kemampuan yang berbeda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan aplikasi.
4. Pertimbangan Keselamatan: Keselamatan adalah faktor penting saat memilih poros PTO. Nilai fitur keselamatan yang disediakan oleh poros PTO, seperti pelindung, mekanisme baut geser, atau perangkat keselamatan lainnya. Pelindung harus dipasang untuk mencegah kontak yang tidak disengaja dengan poros yang berputar. Mekanisme baut geser dapat melindungi komponen penggerak dari kerusakan jika terjadi torsi berlebihan atau hambatan mendadak. Prioritaskan fitur keselamatan yang sesuai dengan bahaya dan risiko spesifik yang terkait dengan aplikasi tersebut.
5. Spesifikasi Aplikasi: Pertimbangkan persyaratan unik dari aplikasi tersebut. Faktor-faktor seperti jenis mesin, sektor industri, kondisi lingkungan, dan kondisi pengoperasian harus diperhitungkan. Misalnya, aplikasi pertanian mungkin memerlukan poros PTO yang dapat menangani penumpukan puing dan kotoran, sedangkan aplikasi industri mungkin memerlukan poros PTO dengan ketahanan korosi yang tinggi atau penyegelan khusus untuk melindungi dari kontaminan.
6. Kompatibilitas dan Kemampuan Saling Mengganti: Pastikan poros PTO yang dipilih kompatibel dengan sumber daya dan mesin yang digerakkan. Pertimbangkan faktor-faktor seperti diameter poros, ukuran spline, dan jenis sambungan. Periksa apakah poros PTO sesuai dengan standar industri dan apakah dapat dengan mudah diganti dengan komponen lain yang kompatibel jika diperlukan penggantian atau peningkatan. Kompatibilitas dan kemampuan untuk saling mengganti dapat menyederhanakan perawatan dan mengurangi waktu henti.
7. Produsen dan Kualitas: Pilihlah produsen atau pemasok yang bereputasi baik untuk memastikan kualitas dan keandalan poros PTO. Carilah produsen dengan rekam jejak memproduksi poros PTO berkualitas tinggi yang memenuhi standar dan peraturan industri. Pertimbangkan faktor-faktor seperti garansi, dukungan purna jual, dan ketersediaan suku cadang saat melakukan pemilihan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Anda dapat memilih poros PTO yang tepat yang memenuhi persyaratan daya, kecepatan, torsi, keamanan, dan aplikasi. Disarankan untuk berkonsultasi dengan para ahli, seperti produsen peralatan atau spesialis poros PTO, untuk memastikan kecocokan optimal antara poros PTO dan aplikasinya.

Apa saja tindakan pencegahan keselamatan yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO?
Bekerja dengan poros Power Take-Off (PTO) memerlukan kepatuhan ketat terhadap tindakan pencegahan keselamatan untuk mencegah kecelakaan dan memastikan kesejahteraan individu yang mengoperasikan atau bekerja di sekitar peralatan tersebut. Poros PTO melibatkan mesin yang berputar dan dapat menimbulkan bahaya yang signifikan jika tidak ditangani dengan benar. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan keselamatan penting yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO:
1. Kenali Peralatan yang Tersedia: Sebelum mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO, sangat penting untuk memahami sepenuhnya cara kerja peralatan tersebut, termasuk konfigurasi poros PTO spesifik, fitur keselamatan, dan mesin terkait. Baca dan ikuti petunjuk pabrikan dan pedoman keselamatan yang berkaitan dengan poros PTO dan peralatan terkait. Pelatihan dan pemahaman tentang peralatan sangat penting untuk memastikan praktik yang aman.
2. Kenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai: Saat bekerja dengan poros PTO, individu harus mengenakan peralatan pelindung diri yang sesuai untuk meminimalkan risiko cedera. Ini mungkin termasuk kacamata pengaman, pelindung telinga, sarung tangan, dan alas kaki yang kokoh. APD melindungi dari potensi bahaya seperti serpihan yang beterbangan, kebisingan, dan kontak yang tidak disengaja dengan komponen yang berputar.
3. Menjaga dan Melindungi: Pastikan poros PTO dan mesin terkait dilengkapi dengan pelindung dan pengaman yang sesuai. Pelindung membantu mencegah kontak yang tidak disengaja dengan bagian yang berputar, mengurangi risiko terjerat atau cedera. Poros PTO harus memiliki pelindung yang menutupi poros yang berputar dan sambungan universal yang terbuka. Mesin yang digerakkan oleh poros PTO juga harus memiliki pelindung yang memadai untuk melindungi dari kontak dengan bagian yang bergerak.
4. Kencangkan dan Sejajarkan Komponen Poros PTO dengan Aman: Sebelum mengoperasikan atau menghubungkan poros PTO, pastikan semua komponen terpasang dengan aman dan sejajar. Komponen yang longgar atau tidak sejajar dapat menyebabkan poros terlepas, ketidakseimbangan, dan potensi kegagalan. Ikuti panduan pabrikan untuk pemasangan dan pengencangan kopling, kuk, dan titik penghubung lainnya yang benar. Penyelarasan yang tepat sangat penting untuk mencegah tekanan berlebihan, getaran, dan keausan dini pada poros PTO dan peralatan terkait.
5. Hindari Pakaian dan Perhiasan yang Longgar: Pakaian longgar, perhiasan, atau barang-barang lain yang dapat tersangkut di poros PTO atau mesin terkait harus dihindari. Ikat rambut panjang, masukkan pakaian longgar ke dalam sepatu, dan lepaskan atau ikat dengan benar aksesori yang menjuntai. Barang-barang longgar dapat tersangkut di bagian yang berputar, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahaya tersangkut.
6. Jangan Memodifikasi atau Menghapus Fitur Keselamatan: Poros PTO dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pelindung pengaman, penutup pengaman, dan pembatas torsi karena suatu alasan. Fitur-fitur ini dirancang untuk melindungi dari potensi bahaya dan tidak boleh dimodifikasi, diabaikan, atau dilepas. Mengubah atau menonaktifkan fitur keselamatan dapat secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Jika ada fitur keselamatan yang rusak atau tidak berfungsi dengan benar, fitur tersebut harus segera diperbaiki atau diganti.
7. Matikan Sumber Daya Listrik Sebelum Melakukan Perawatan: Sebelum melakukan perawatan, perbaikan, atau penyetelan apa pun pada poros PTO atau mesin terkait, pastikan sumber daya listrik benar-benar dimatikan dan diputus. Ini termasuk mematikan mesin, memutus aliran listrik, dan mengaktifkan semua kunci atau mekanisme pengaman. Prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout) harus diikuti untuk mencegah pengaktifan atau penyalaan yang tidak disengaja selama kegiatan perawatan.
8. Perawatan dan Inspeksi Rutin: Perawatan dan inspeksi rutin pada poros PTO dan peralatan terkait sangat penting untuk pengoperasian yang aman. Ikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan dan lakukan inspeksi rutin untuk mengidentifikasi tanda-tanda keausan, kerusakan, atau ketidaksejajaran. Lumasi sambungan universal sesuai pedoman pabrikan untuk memastikan pengoperasian yang lancar. Segera atasi kebutuhan perawatan atau perbaikan untuk mencegah potensi bahaya.
9. Pelatihan dan Komunikasi: Pastikan bahwa individu yang mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO menerima pelatihan yang memadai tentang praktik kerja yang aman, identifikasi bahaya, dan prosedur darurat. Promosikan komunikasi yang jelas mengenai keberadaan dan pengoperasian poros PTO untuk mencegah kontak atau gangguan yang tidak disengaja. Tetapkan metode komunikasi yang efektif, seperti sinyal atau radio, saat bekerja dalam tim atau di dekat peralatan yang berisik.
10. Waspadai Lingkungan Sekitar: Jaga kesadaran situasional saat bekerja dengan poros PTO. Perhatikan lokasi orang-orang di sekitar, rintangan, dan potensi bahaya. Pastikan area kerja di sekitar poros PTO bersih dan aman. Hindari gangguan dan fokus pada tugas yang sedang dikerjakan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kurangnya perhatian.
Dengan mengikuti langkah-langkah keselamatan ini, individu dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera saat bekerja dengan poros PTO. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Bisakah Anda menjelaskan berbagai jenis poros PTO dan aplikasinya?
Poros PTO (Power Take-Off shafts) hadir dalam berbagai jenis, masing-masing dirancang untuk aplikasi dan kebutuhan spesifik. Berbagai jenis poros PTO menawarkan fleksibilitas dan kompatibilitas dengan berbagai macam mesin dan peralatan. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis poros PTO yang paling umum dan aplikasinya:
1. Poros PTO Standar: Poros PTO standar, juga dikenal sebagai poros beralur, adalah jenis yang paling umum digunakan pada mesin pertanian dan industri. Poros ini terdiri dari poros baja padat dengan alur atau lekukan di sepanjang panjangnya. Poros PTO standar biasanya memiliki enam alur, meskipun variasi dengan empat atau delapan alur juga dapat ditemukan. Jenis poros PTO ini banyak digunakan pada traktor dan berbagai alat pertanian, termasuk mesin pemotong rumput, mesin pengepak jerami, mesin pengolah tanah, dan mesin pemotong putar. Alur-alur tersebut memberikan koneksi yang aman antara sumber daya dan mesin yang digerakkan, memastikan transfer daya yang efisien.
2. Poros PTO Baut Geser: Poros PTO dengan baut geser dirancang dengan fitur keselamatan yang memungkinkan poros terpisah jika terjadi beban berlebih atau guncangan mendadak untuk melindungi komponen penggerak. Poros PTO ini menggabungkan mekanisme baut geser yang menghubungkan power take-off traktor ke mesin yang digerakkan. Jika terjadi beban berlebihan atau hambatan mendadak, baut geser dirancang untuk patah, melepaskan poros PTO dan mencegah kerusakan pada penggerak. Poros PTO dengan baut geser umumnya digunakan pada peralatan yang mungkin mengalami hambatan mendadak atau situasi bertekanan tinggi, seperti mesin penghancur kayu, mesin penggiling tunggul, dan mesin pemotong putar tugas berat.
3. Poros PTO Kopling Gesekan: Poros PTO kopling gesek memiliki mekanisme kopling yang memungkinkan penyambungan dan pemutusan transfer daya secara halus. Poros PTO ini biasanya menggabungkan cakram gesek dan pelat tekanan, mirip dengan sistem kopling kendaraan tradisional. Kopling gesek memungkinkan operator untuk secara bertahap menyambungkan atau memutus transfer daya, mengurangi beban kejut dan meminimalkan keausan pada komponen penggerak. Poros PTO kopling gesek umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kontrol penyambungan daya yang presisi, seperti pada pompa hidrolik, generator, dan mixer industri.
4. Poros PTO Kecepatan Konstan (CV): Poros PTO Kecepatan Konstan (CV), juga dikenal sebagai poros homokinetik, dirancang untuk mengakomodasi sudut ketidaksejajaran yang tinggi tanpa memengaruhi transmisi daya. Poros ini menggunakan mekanisme sambungan universal yang memungkinkan transfer daya yang mulus bahkan ketika mesin yang digerakkan berada pada sudut relatif terhadap sumber daya. Poros PTO CV sering digunakan dalam aplikasi di mana mesin membutuhkan rentang gerakan atau artikulasi yang signifikan, seperti pada loader artikulasi, telehandler, dan alat penyemprot swa-gerak.
5. Poros PTO Teleskopik: Poros PTO teleskopik dapat disesuaikan panjangnya, memungkinkan fleksibilitas dalam konfigurasi peralatan dan jarak yang bervariasi antara sumber daya dan mesin yang digerakkan. Poros ini terdiri dari dua atau lebih poros konsentris yang saling bergeser, memberikan kemampuan untuk memperpanjang atau menarik kembali poros PTO sesuai kebutuhan. Poros PTO teleskopik umumnya digunakan dalam aplikasi di mana jarak antara power take-off traktor dan alat pertanian bervariasi, seperti pada alat pertanian yang dipasang di depan, mesin peniup salju, dan gerbong pengangkut sendiri. Desain teleskopik memungkinkan adaptasi yang mudah terhadap berbagai pengaturan peralatan dan meminimalkan risiko poros PTO terseret di tanah.
6. Poros PTO Gearbox: Poros PTO gearbox dirancang untuk menyesuaikan transmisi daya antara kecepatan atau arah putaran yang berbeda. Poros ini menggabungkan mekanisme gearbox yang memungkinkan pengurangan atau peningkatan kecepatan, serta kemampuan untuk mengubah arah putaran. Poros PTO gearbox umumnya digunakan dalam aplikasi di mana mesin yang digerakkan membutuhkan kecepatan atau arah putaran yang berbeda dari power take-off traktor. Contohnya termasuk auger biji-bijian, mixer pakan, dan peralatan industri yang membutuhkan rasio kecepatan spesifik atau kemampuan pembalikan arah putaran.
Penting untuk dicatat bahwa ketersediaan dan aplikasi spesifik dari berbagai jenis poros PTO dapat bervariasi berdasarkan faktor regional dan industri tertentu. Selain itu, mesin atau peralatan tertentu mungkin memerlukan poros PTO khusus atau sesuai pesanan untuk memenuhi persyaratan tertentu.
Singkatnya, berbagai jenis poros PTO, seperti poros standar, baut geser, kopling gesek, kecepatan konstan (CV), teleskopik, dan poros gearbox, menawarkan fleksibilitas dan kompatibilitas dengan berbagai mesin dan peralatan. Setiap jenis poros PTO dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik, seperti efisiensi transfer daya, keselamatan, pengoperasian yang lancar, toleransi ketidaksejajaran, kemampuan adaptasi, dan penyesuaian kecepatan/arah. Memahami berbagai jenis poros PTO dan aplikasinya sangat penting untuk memilih poros yang tepat untuk mesin yang dimaksud dan memastikan kinerja serta keandalan yang optimal.

editor by CX 2023-12-22