Deskripsi Produk

T4-660-01B-07G-YIIIP Poros Penggerak PTO Pertanian untuk Alat Berat dan Mesin Pemanen Kentang

Produk: Poros Penggerak PTO
Model: T4-660-01B-07G-YIIIP
Ukuran: φ27*74.6 Panjang 660mm
Bahan mentah: Baja 45#
Kekerasan: 58-64HRC
Tanggal Pengiriman: 7-60 Hari
Jumlah Pesanan Minimum (MOQ): 100 set atau sesuai stok tanpa jumlah minimum.
Mencicipi: Dapat diterima
Kami dapat memproduksi semua jenis poros penggerak PTO dan suku cadangnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

REF. UJ L.mm
T4-660-01B-07G-YIIIP ø27*74.6 660

Tentang kami

 

Kami memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di bidang suku cadang, khususnya suku cadang sistem penggerak (drive line). 

Kami sangat aktif dalam bisnis suku cadang otomotif di kota Hangzhou, yang merupakan daerah produksi suku cadang terpenting di Tiongkok.

 

Kami menyediakan produk dengan kinerja biaya yang baik untuk berbagai pelanggan di seluruh dunia.

Kami menjaga hubungan yang sangat baik dengan produsen lokal dengan kebijakan saling menguntungkan (WIN-WIN-WIN). 

Pabrik menyediakan produk yang baik dan cepat;

Kami menyediakan layanan yang baik dan cepat;

Dan pelanggan mendapatkan produk yang baik dan layanan yang baik untuk pelanggan mereka. 

Segitiga sama sisi yang sehat dan kuat inilah yang membuat HangZhou Speedway terus maju hingga saat ini.

 

Jenis: Penularan
Penggunaan: Pengolahan Tanah, Mesin Pemanen, Penanaman dan Pemupukan
Bahan: Baja 45#
Sumber Daya: Diesel
Berat: 8
Layanan Purna Jual: Dukungan Online

poros PTO

Praktik perawatan apa yang penting untuk memperpanjang umur pakai poros PTO?

Merawat dan melakukan perawatan rutin pada poros Power Take-Off (PTO) sangat penting untuk memperpanjang umur pakainya dan memastikan kinerja optimal. Dengan mengikuti praktik perawatan penting, Anda dapat mencegah keausan dini, mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, dan memaksimalkan umur pakai poros PTO Anda. Berikut beberapa praktik perawatan penting yang perlu dipertimbangkan:

1. Inspeksi Rutin: Lakukan pemeriksaan visual rutin pada poros PTO untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan, keausan, atau ketidaksejajaran. Cari retakan, penyok, bagian yang bengkok, atau komponen yang longgar. Periksa sambungan universal, mekanisme kopling, pelindung, dan bagian terkait lainnya. Perhatikan suara, getaran, atau perubahan kinerja yang tidak biasa, karena hal ini dapat mengindikasikan masalah mendasar yang memerlukan perhatian.

2. Pelumasan: Pelumasan yang tepat sangat penting untuk kelancaran operasi dan umur pakai poros PTO. Ikuti rekomendasi pabrikan mengenai interval pelumasan dan gunakan jenis pelumas yang direkomendasikan. Berikan pelumasan pada sambungan universal, sambungan CV (jika ada), dan bagian bergerak lainnya sesuai petunjuk. Periksa secara berkala tingkat pelumas yang memadai dan tambahkan jika perlu. Pastikan pelumas yang digunakan kompatibel dengan material poros dan tidak menarik kotoran atau serpihan yang dapat menyebabkan abrasi atau kerusakan.

3. Pembersihan: Jaga agar poros PTO tetap bersih dan bebas dari kotoran, serpihan, dan kontaminan lainnya. Bersihkan secara teratur kotoran, gemuk, atau residu yang menumpuk menggunakan sikat atau udara bertekanan. Bersihkan secara teliti bagian sambungan universal dan area tempat poros terhubung ke komponen lain. Pembersihan mencegah penumpukan partikel abrasif yang dapat mempercepat keausan dan mengurangi kinerja poros.

4. Inspeksi dan Pemeliharaan Penjaga: Periksa pelindung dan penutup pengaman secara berkala untuk memastikan semuanya terpasang dengan aman dan tidak rusak. Pelindung memainkan peran penting dalam mencegah kontak yang tidak disengaja dengan poros yang berputar dan meminimalkan risiko cedera. Perbaiki atau ganti pelindung yang rusak atau hilang dengan segera. Pastikan pelindung terpasang dengan benar dan memberikan perlindungan yang cukup untuk semua bagian yang bergerak pada poros PTO.

5. Pemeriksaan Torsi dan Pengencang: Periksa dan cek torsi pengencang, seperti baut dan mur, yang mengamankan poros PTO dan komponen terkait secara berkala. Seiring waktu, getaran dan pengoperasian normal dapat melonggarkan pengencang ini, sehingga membahayakan integritas poros. Gunakan spesifikasi torsi yang sesuai yang diberikan oleh pabrikan untuk memastikan pengencangan yang tepat. Periksa kekencangan pengencang secara teratur dan kencangkan kembali jika perlu.

6. Perawatan Baut Geser atau Kopling Selip: Jika poros PTO Anda dilengkapi dengan mekanisme baut geser atau kopling selip, pastikan mekanisme tersebut berfungsi dengan benar. Periksa baut geser untuk melihat tanda-tanda keausan atau kerusakan, dan ganti jika perlu. Periksa kopling selip untuk memastikan penyetelan yang tepat dan pengoperasian yang lancar. Ikuti rekomendasi pabrikan mengenai perawatan dan penyetelan mekanisme keselamatan ini untuk memastikan efektivitasnya dalam melindungi komponen penggerak.

7. Penyimpanan yang Tepat: Saat poros PTO tidak digunakan, simpan di lingkungan yang bersih dan kering. Lindungi poros dari paparan kelembapan, suhu ekstrem, dan zat korosif. Jika memungkinkan, simpan poros dalam posisi vertikal untuk mencegah pembengkokan atau distorsi. Pertimbangkan untuk menggunakan penutup atau wadah pelindung untuk melindungi poros dari debu, kotoran, dan sumber kerusakan potensial lainnya.

8. Pelatihan Operator: Berikan pelatihan yang tepat kepada operator mengenai prosedur pengoperasian, perawatan, dan keselamatan yang benar terkait dengan poros PTO. Edukasi mereka tentang pentingnya inspeksi rutin, pelumasan, dan kepatuhan terhadap praktik perawatan yang direkomendasikan. Dorong operator untuk segera melaporkan setiap kelainan atau masalah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan perbaikan atau penyesuaian tepat waktu.

9. Panduan dari Produsen dan Pakar: Konsultasikan panduan dan rekomendasi pabrikan mengenai praktik perawatan khusus untuk model poros PTO Anda. Selain itu, mintalah saran dari para ahli atau teknisi servis resmi yang berpengalaman tentang perawatan poros PTO. Mereka dapat memberikan wawasan dan bantuan berharga dalam menerapkan praktik perawatan terbaik untuk poros PTO spesifik Anda.

Dengan mengikuti praktik perawatan ini, Anda dapat memperpanjang umur pakai poros PTO Anda, mengoptimalkan kinerjanya, dan mengurangi kemungkinan kegagalan yang tidak terduga atau perbaikan yang mahal. Inspeksi rutin, pelumasan, pembersihan, perawatan pelindung, pengecekan torsi, dan penyimpanan yang tepat sangat penting untuk memastikan umur panjang dan keandalan poros PTO Anda.

poros PTO

Apa saja tindakan pencegahan keselamatan yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO?

Bekerja dengan poros Power Take-Off (PTO) memerlukan kepatuhan ketat terhadap tindakan pencegahan keselamatan untuk mencegah kecelakaan dan memastikan kesejahteraan individu yang mengoperasikan atau bekerja di sekitar peralatan tersebut. Poros PTO melibatkan mesin yang berputar dan dapat menimbulkan bahaya yang signifikan jika tidak ditangani dengan benar. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan keselamatan penting yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO:

1. Kenali Peralatan yang Tersedia: Sebelum mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO, sangat penting untuk memahami sepenuhnya cara kerja peralatan tersebut, termasuk konfigurasi poros PTO spesifik, fitur keselamatan, dan mesin terkait. Baca dan ikuti petunjuk pabrikan dan pedoman keselamatan yang berkaitan dengan poros PTO dan peralatan terkait. Pelatihan dan pemahaman tentang peralatan sangat penting untuk memastikan praktik yang aman.

2. Kenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai: Saat bekerja dengan poros PTO, individu harus mengenakan peralatan pelindung diri yang sesuai untuk meminimalkan risiko cedera. Ini mungkin termasuk kacamata pengaman, pelindung telinga, sarung tangan, dan alas kaki yang kokoh. APD melindungi dari potensi bahaya seperti serpihan yang beterbangan, kebisingan, dan kontak yang tidak disengaja dengan komponen yang berputar.

3. Menjaga dan Melindungi: Pastikan poros PTO dan mesin terkait dilengkapi dengan pelindung dan pengaman yang sesuai. Pelindung membantu mencegah kontak yang tidak disengaja dengan bagian yang berputar, mengurangi risiko terjerat atau cedera. Poros PTO harus memiliki pelindung yang menutupi poros yang berputar dan sambungan universal yang terbuka. Mesin yang digerakkan oleh poros PTO juga harus memiliki pelindung yang memadai untuk melindungi dari kontak dengan bagian yang bergerak.

4. Kencangkan dan Sejajarkan Komponen Poros PTO dengan Aman: Sebelum mengoperasikan atau menghubungkan poros PTO, pastikan semua komponen terpasang dengan aman dan sejajar. Komponen yang longgar atau tidak sejajar dapat menyebabkan poros terlepas, ketidakseimbangan, dan potensi kegagalan. Ikuti panduan pabrikan untuk pemasangan dan pengencangan kopling, kuk, dan titik penghubung lainnya yang benar. Penyelarasan yang tepat sangat penting untuk mencegah tekanan berlebihan, getaran, dan keausan dini pada poros PTO dan peralatan terkait.

5. Hindari Pakaian dan Perhiasan yang Longgar: Pakaian longgar, perhiasan, atau barang-barang lain yang dapat tersangkut di poros PTO atau mesin terkait harus dihindari. Ikat rambut panjang, masukkan pakaian longgar ke dalam sepatu, dan lepaskan atau ikat dengan benar aksesori yang menjuntai. Barang-barang longgar dapat tersangkut di bagian yang berputar, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahaya tersangkut.

6. Jangan Memodifikasi atau Menghapus Fitur Keselamatan: Poros PTO dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pelindung pengaman, penutup pengaman, dan pembatas torsi karena suatu alasan. Fitur-fitur ini dirancang untuk melindungi dari potensi bahaya dan tidak boleh dimodifikasi, diabaikan, atau dilepas. Mengubah atau menonaktifkan fitur keselamatan dapat secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Jika ada fitur keselamatan yang rusak atau tidak berfungsi dengan benar, fitur tersebut harus segera diperbaiki atau diganti.

7. Matikan Sumber Daya Listrik Sebelum Melakukan Perawatan: Sebelum melakukan perawatan, perbaikan, atau penyetelan apa pun pada poros PTO atau mesin terkait, pastikan sumber daya listrik benar-benar dimatikan dan diputus. Ini termasuk mematikan mesin, memutus aliran listrik, dan mengaktifkan semua kunci atau mekanisme pengaman. Prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout) harus diikuti untuk mencegah pengaktifan atau penyalaan yang tidak disengaja selama kegiatan perawatan.

8. Perawatan dan Inspeksi Rutin: Perawatan dan inspeksi rutin pada poros PTO dan peralatan terkait sangat penting untuk pengoperasian yang aman. Ikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan dan lakukan inspeksi rutin untuk mengidentifikasi tanda-tanda keausan, kerusakan, atau ketidaksejajaran. Lumasi sambungan universal sesuai pedoman pabrikan untuk memastikan pengoperasian yang lancar. Segera atasi kebutuhan perawatan atau perbaikan untuk mencegah potensi bahaya.

9. Pelatihan dan Komunikasi: Pastikan bahwa individu yang mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO menerima pelatihan yang memadai tentang praktik kerja yang aman, identifikasi bahaya, dan prosedur darurat. Promosikan komunikasi yang jelas mengenai keberadaan dan pengoperasian poros PTO untuk mencegah kontak atau gangguan yang tidak disengaja. Tetapkan metode komunikasi yang efektif, seperti sinyal atau radio, saat bekerja dalam tim atau di dekat peralatan yang berisik.

10. Waspadai Lingkungan Sekitar: Jaga kesadaran situasional saat bekerja dengan poros PTO. Perhatikan lokasi orang-orang di sekitar, rintangan, dan potensi bahaya. Pastikan area kerja di sekitar poros PTO bersih dan aman. Hindari gangguan dan fokus pada tugas yang sedang dikerjakan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kurangnya perhatian.

Dengan mengikuti langkah-langkah keselamatan ini, individu dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera saat bekerja dengan poros PTO. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

poros PTO

Which industries commonly use PTO shafts for power transmission?

PTO shafts (Power Take-Off shafts) are widely used in various industries where power transmission is required to drive machinery and equipment. Their versatility, efficiency, and compatibility with different types of machinery make them valuable components in several sectors. Here’s a detailed explanation of the industries that commonly use PTO shafts for power transmission:

1. Agriculture: The agricultural industry extensively relies on PTO shafts for power transmission. Tractors equipped with PTOs are commonly used to drive a wide range of agricultural implements and machinery. PTO-driven equipment includes mowers, balers, tillers, seeders, sprayers, grain augers, harvesters, and many more. PTO shafts allow for the efficient transfer of power from the tractor’s engine to these implements, enabling various agricultural operations such as cutting, baling, tilling, planting, spraying, and harvesting. The agricultural sector heavily depends on PTO shafts to enhance productivity and streamline farming processes.

2. Construction and Earthmoving: In the construction and earthmoving industry, PTO shafts find applications in machinery used for excavation, grading, and material handling. PTO-driven equipment such as backhoes, loaders, excavators, trenchers, and stump grinders utilize PTO shafts to transfer power from the prime movers, typically hydraulic systems, to drive the necessary attachments. These attachments require the high torque and power provided by PTO shafts to perform tasks like digging, loading, trenching, and grinding. PTO shafts allow for versatile and efficient power transmission in construction and earthmoving operations.

3. Forestry: The forestry industry utilizes PTO shafts for power transmission in various logging and timber processing equipment. PTO-driven machinery such as wood chippers, sawmills, log splitters, and debarkers rely on PTO shafts to transfer power from tractors or dedicated power units to perform tasks like chipping, sawing, splitting, and debarking wood. PTO shafts provide the necessary power and torque to drive the cutting and processing mechanisms, enabling efficient and productive forestry operations.

4. Landscaping and Groundskeeping: PTO shafts play a crucial role in the landscaping and groundskeeping industry. Equipment like lawn mowers, rotary cutters, flail mowers, and aerators utilize PTO shafts to transfer power from tractors or dedicated power units to drive the cutting or grooming mechanisms. PTO shafts enable efficient power transmission, allowing operators to maintain lawns, parks, golf courses, and other outdoor spaces with precision and productivity.

5. Mining and Quarrying: PTO shafts have applications in the mining and quarrying industry, particularly in equipment used for material extraction, crushing, and screening. PTO-driven machinery such as crushers, screeners, and conveyors rely on PTO shafts to transfer power from engines or motors to drive the crushing and screening mechanisms, as well as the material handling systems. PTO shafts provide the necessary power and torque to process and transport bulk materials effectively in mining and quarrying operations.

6. Industrial Manufacturing: PTO shafts are utilized in various industrial manufacturing processes that require power transmission to drive specific machinery and equipment. Industries such as food processing, textile manufacturing, paper production, and chemical processing may use PTO-driven machinery for tasks like mixing, blending, cutting, extruding, and conveying. PTO shafts enable efficient power transfer to these machines, ensuring smooth and reliable operation in industrial manufacturing settings.

7. Utilities and Infrastructure Maintenance: PTO shafts find applications in utilities and infrastructure maintenance operations. Equipment like street sweepers, sewer cleaners, road maintenance machines, and drain augers utilize PTO shafts to transfer power from trucks or dedicated power units to perform tasks like sweeping, cleaning, and maintenance of roads, sewers, and other public infrastructure. PTO shafts enable efficient power transmission, ensuring effective and reliable operation of these utility and maintenance machines.

8. Others: PTO shafts are also used in several other industries and sectors where power transmission is required. This includes applications in the transportation industry for powering refrigeration units, fuel pumps, and hydraulic systems in trucks and trailers. PTO shafts also find applications in the marine industry for powering winches, pumps, and other equipment on boats and ships.

In summary, PTO shafts are commonly used in a wide range of industries for power transmission. These industries include agriculture, construction and earthmoving, forestry, landscaping and groundskeeping, mining and quarrying, industrial manufacturing, utilities and infrastructure maintenance, transportation, and marine sectors. PTO shafts play a critical rolein enhancing productivity, enabling efficient operation of machinery, and facilitating various tasks in these industries.
Produsen China, Poros Penggerak PTO Pertanian untuk Alat Berat dan Mesin Pemanen Kentang  Produsen China, Poros Penggerak PTO Pertanian untuk Alat Berat dan Mesin Pemanen Kentang
editor by CX 2023-09-26